Posted by wawan yawarmansyah on Saturday, May 14, 2011

Tinjauan teori tentang Kit fisika  
    Mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains yang mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan alam sekitar, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan matematika. Serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri (Depdiknas, 2003).
     Sebagai salah satu cabang dari sains, maka karakteristik sains juga merupakan karakterisrik pelajaran fisika, dapat ditandai sebagai berikut:
2.1.4.1  Fisika merupakan kumpulan ilmu pengetahuan yang terdiri  dari fakta-fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori tentang gejala alam.
2.1.4.2    Fisika merupakan kegiatan keilmuan berupa pemikiran, penelitian, obsevasi dan eksperimen. Melalui observasi dapat dipahami konsep fisika secara tepat.
2.1.4.3    Fisika selalu bersifat progresif dan komulatif. Bersifat progresif maksudnya selalu berkembang maju ke arah yang lebh sempurna, bersifat komulatif maksudnya setiap penemuan selalu berdasarkan penemuan sebelumnya.
                 Berdasarkan karakteristik fisika diatas, maka fisika harus dipelajari atau dipahami melalui kegiatan empirik. Itulah sebabnya fisika merupakan ilmu yang lahir dan berkembang melalui langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis melalui eksperimen dan penemuan teori atau konsep-konsep.
Untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan di lembaga pendidikan sangatlah sukar tanpa menggunakan sebuah alat. Oleh karena itu siapapun yang menerjunkan dirinya ke dunia pendidikan perlu memperhatikan aspek ini bila ingin menjadi guru yang berhasil dan profesional. Djamarah (2005), menyatakan bahwa alat diartikan sebagai apa saja yang dapat dijadikan sebagai prantara untuk mencapai tujuan pendidikan.
Wens Tanlainm dkk (2000) dalam Djamarah (1994) mengatakan bahwa perbuatan mendidik berlangsung dengan alat pendidikan. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan faktor-faktor pendidik lainnya seperti guru, anak didik, tujuan, dan lingkungan dapat menjadi alat pendidikan bilamana digunakan dan direncanakan dalam perbuatan atau tindakan mendidik.
Kaitannya dengan alat pendidikan, kit merupakan salah satu alat pendidikan yang tergolong sebagai salah satu bentuk alat peraga dalam proses belajar mengajar fisika. Alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar fisika sangat besar peranannya bagi siswa, karena alat peraga dapat menyeragamkan pengertian dan pemahaman siswa terhadap suatu konsep fisika ataupun materi pelajaran yang disajikan guru.
Menurut Soelarko (2001) dan Awan (2003), bahwa ”alat peraga adalah tiap-tiap benda yang dapat menjelaskan suatu ide, prinsip, gejala atau hukum alam yang dapat memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat dilihat atau sukar dilihat, hingga nampak jelas dan dapat menimbulkan pengertian atau meningkatkan persepsi seseorang”. Kristanto (2003), ”dalam bahasa inggris alat peraga disebut visual aid atau alat bantu untuk penglihatan mata. Tetapi alat peraga yang baik tidak hanya merangsang mata saja, tetapi juga keempat indera yang lainnya”. Penggunaan alat peraga merupakan bagian yang terintegral dari keseluruhan situasi mengajar. Alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru sehingga penggunaan alat peraga dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Dari beberapa uraian definisi alat peraga diatas dapat ditarik pendekatan mengenai kit. Dalam Webster’s New Colligiate Dictionery dijelaskan bahwa Kit is a box, bag in wich such a kit is carried (Webster, 2001). Jadi Kit fisika merupakan sebuah kotak yang berisi seperangkat alat-alat fisika yang mudah dikemas dan dapat dibawa ke dalam kelas saat diadakan percobaan atau kegiatan mengajar fisika.
  Dengan memanfaatkan Kit yang tersedia maka siswa dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berfikir, yang nantinya dapat mengurangi terjadinya verbalisme. Ditambah lagi dengan memanfaatkan Kit sederhana yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar yang dapat menanamkan konsep-konsep fisika yang sama. Selain mengurangi terjadinya verbalisme, penggunaan Kit akan memberikan manfaat yang cukup besar kepada siswa karena siswa dapat berhadapan dengan peralatan secara lansung dan berbuat. Berikut disajikan beberapa gambar bentuk-bentuk Kit: (Awan, Dede. 2008. http://www.kabarindonesia.com).


                
Gambar 2.1. jenis Kit fisika Kit suhu dan kalor
 

{ 1 comments... read them below or add one }

Anonymous said...

mana lagi yang lain, tambah dounk,

Post a Comment

terima kasih atas komentar anda, blog ini do follow