Posted by wawan yawarmansyah on Friday, July 1, 2011

BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam ilmu kesehatan, dan tuntutan masalah keperawatan yang tinggi dan rentan masalah kesehatan yang meluas maka dari itulah kami menyusun makalah ini mengenenai mekanisme fisiologi paru supaya kitamengetahu hal-hal mengenai fisiolgi paru baik itu fungsi paru-paru ,bagian-bagiannya ,letaknya,gejala-gejala yang timbul apabila ada kelainan dan hal-hal lain yang terkait dengannya.
Paru –paru merupakan salah satu dari alat tubuh yang tak kalah pentingnya dengan alat-alat tubuh lainya begitujugadengan alat tubuh yang lainnya yang memiliki fungsi dan peran serta pengaruh yang besar pada tubuh kita. pada paru-paru terdapat duabagian yaitu kiri dan kanan, dimana pada baian-bagian ini dipecah lagi dengan tiga lobus(bagian) yang kiri terdapat dua lobus yaitu atas dan bawah dan pada bagian kanan terdapat tiga lobus yaitu atas, bawah ,dan tengah.
Sehubungan dengan itu kami mengambil tema in iuntuk dijadikn sebagai pembelajaran yang tak kalah pentingnya dengan pembelajaran lainnya.
2.Tujuan
• Umum
1.untuk menambah pengetahuan dibidang anatomi fisiologi
2.untuk menetahui,mengenal secara umum mengenai anatomi fisiologi pada manusia.
• Khusus
1.menambah wawasan kita mengenai mekanisme fisiologi paru






3.Rumusaan Masalah
Adapun masalah yang da pat kami rumuskan:
 Mekanisme fisiologi paru
1.proses inspirasi dan ekspirasi
2.Peran surfaktan dalam menjaga stabilitas paru
3.Menjelaskan dan menyebutkan jumlah kapasitasnya, volumenya
a) Volume tidal (TV)
b) Volume cadangan inspirasi (IRV)
c) Volume Cadangan Ekspirasi (ERV
d) Volume residual (RV)
e) Kapasitas vital (VC)
f) Kapasitas inspirasi (IC)
g) Kapasitas residual fungsiunal (FRC),
h) Kapasitas total paru (TLC)
4.Manfaat
Manfaat yang dapat kita petik dalam makalah ini adalah dimana kita dapat mengetahui hal-hal mangenai mekanisme paru, baik itu peristiwa inspirasi dan ekspirasi, peran sulpaktan dalam menjaga stabilitas paru dan dapat menambah wawsan kita mengenai vvolume paru dan kapasitasnya.

BAB II
PEMBAHASAN
MEKANISME FISIOLOGI PARU.
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara.
Fungsinya :
More about

Peranan Sistem informasi Front Desk Di Hotel Holiday Resort Lombok.

Posted by wawan yawarmansyah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang mempunyai sumber daya alam dan budaya yang sangat kaya dan sangat berpotensi dalam dunia industri pariwisata. Salah satu daerah yang sangat berpotensi sekarang ini adalah pulau Lombok. Dimana pulau Lombok adalah salah satu daerah provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan di bukanya secara resmi Bandara Internasional Lombok (BIL) di daerah Lombok Tengah maka akan semakin besar potensi yang ada di daerah Lombok terutama di dalam Industri Parwisata yang ada sekarang ini. Contohnya sekarang ini banyak Hotel, Restaurant, dan tempat-tempat lainnya yang telah maupun yang sedang dalam pembangunan di daerah Lombok. Hal ini membuktikan bahwa daerah Lombok sendiri telah semakin berkembang.
Banyaknya Hotel yang baru ataupun lama yang ada sekarang ini maka akan meningkatkan persaingan, dan oleh karena itu banyak Hotel akan meningkatkan mutu pelayanan mereka agar para tamu yang datang ke Hotel mereka dapat dilayani dengan baik dan semaksimal munkin sehingga dapat memuaskan dan memberi apa yang tamu butuhkan . Untuk dapat melakukan pelayanan yang maksimal banyak dari perusahaan atau Hotel menggunakan sistim informasi yang dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan sehingga tamu dapat di layani dengan baik, cepat dan benar.
Hotel Holiday Resort Lombok adalah salah satu hotel berbintang yang menggunakan Sistim Informasi sebagai alat atau media untuk mempercepat dan membantu proses pelayanan tamu.
Suatu sistim pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistim dapat di artikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling interaksi saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut “Apakah Peranan Sistim Informasi di Front Desk Pada Hotel Holiday Resort Lombok”

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Sistim informasi Front Desk Di Hotel Holiday Resort Lombok.

1.3.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah dapat mengetahui tentang kesulitan yang di temukan oleh penulis pada saat Praktik Kerja Nyata serta mencari solusi yang bisa membantu khususnya tentang Sistim Informasi Front Desk yang di gunakan.
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian yang di harapkan dapat digunakan sebaagai ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan perkembangan pariwisata.
2. Secara Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau pertimbangan bagi perusahaan atau hotel.






















BAB II
Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.1 Peranan Informasi
Pentingnya peranan informasi dalam pengelolaan suatu organisasi dalam lingkungan masyarakat informasional merupakan “produk” sebab-akibat. Faktor pemicunya ialah makin majunya masyarakat karena berbagai faktor seperti pendidikan, demokratisasi politik, pembangunan ekonomi, yang membawa serta berbagai macam permasalahan yang bentuk, jenis, dan intensitasnya berbeda dari masa-masa sebelumnya.

2.1.2 Penciptaan Informasi
Menciptakan informasi tidak terlepas dari identifikasi dan penggalian sumber-sumber informasi yang tepat. Sumber-sumber informasi yang dapat dan layak digali sangat bervariasi dari satu organisasi ke organisasi lain karena sangat tergantung pada proses pengambilan keputusan apa yang akan didukunganya dan untuk kepentingan apa informasi tersebut dipergunakan.
Sekarang ini umat manusia sudah berada pada era informasi. Hal itu berarti bahwa informasi sudah menyentuh seluruh kehidupan dan penghidupan, baik pada tingkat individual, tingkat kelompok, dan tingkat organisasi.pada tingkat individu.( Siagian, 2002:16)

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat dijabarkan menjadi Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut.
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas-aktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik. (Nurhayanto, 2007:9)

2.1.4 Komponen Sistim Informasi yang digunakan pada Front Desk:
1. Perangkat keras / Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. Contohnya seperti: Disket,Perangkat Komputer, Mesin EDC, Telepon, HT, Form/Kertas, Printer, Fax, Mesin Fotochopy dsb.

2. Perangkat Lunak/ Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. Contohnya seperti: Aplikasi Lanmark, Program Komputer lain seperti: Microsoft Word, Microsof Exel dsb

3. Prosedur
Prosedur berperan penting dalam proses sistim informasi karena setiap hotel mempunyai Standar Operation procedure untuk menjalankan operational yang ada di hotel untuk memberikan pelayanan maksimal dan mencapai kepuasan kepada pelanggan. Contohnya seperti: Standar Operasional Prosedur (SOP) yang di gunakan oleh Hotel

4. Orang
Orang yang mengoperasikan sistem informasi, memasukkan data dan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya seperti; Staff Front Desk Hotel

5. Basis data (database)
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

6. Jaringan Komputer Dan Komunikasi Data
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.contohnya seperti: Kabel, Perangkat Komputer, Jaringan Internet, dsb. (Mahamudu, 2010:1)

2.2 Pengertian Front Desk
Front Desk adalah kantor depan, dalam konteks pengertian hotel, kantor depan merupakan departemen yang letaknya di bagian depan. Tepatnya tidak begitu jauh dari pintu di bagian depan hotel atau Lobby. Area ini merupakan tempat yang paling sibuk di hotel. Dengan lokasi di bagian depan maka Front Office, sebagian hotel menggunakan istilah yang berbedayaitu Guest Service Area (area pelayanan tamu)



2. 2.1 Fungsi Front Desk
Front Desk atau Kantor depan memiliki fungsi-fungsi penting dalam menyelenggarakan hotel secara menyeluruh. Fungsi tersebut meliputi:
1. Menjual kamar ( Reservasi, Check-in dan Check-out)
2. Menangani informasi mengenai produk dan pelayanan dan informasi umum di luar
3. Mengkoordinasi peelayanan tamu ( mengkoordinasi pelayanan dari departemen lain hotel)
4. Melaporkan status kamar ( status kamar dapat di-update secara manual atau komputerize
5. Mencatat pembayarab tamu ( guest bill/guest folio/guest account )
6. Menyelesaikan pembayaaran tamu ( pada saat check out )
7. Menyusun riwayat kunjungan tamu (untuk tujuan peningkatan pelayanan)
8. Menangani telepon, pesan, faximili dan e-mail
9. Menangani barang tamu dan barang-barang bawaannya

2.2.2 Peranan Front Desk
Departemen kantor depan mengemban misi yang sangat vital bagi keberhasilan bisnis hotel. Sebab produk yang menjadi pendapatan utama ( main revenue/income ) hotel dari kamar. Sedangkan pendapatan terbesar kedua adalah dari makanan dan minuman ( Food & Beverage ).
Peranan Kantor Depan bagi hotel antara lain :
1. Kesan pertama sekaligus kesan terakhir bagi tamu yang menginap di hotel
2. Sebagai pusat sarafnya hotel
3. Sebagai pusat komunikasi
4. Menjaga hubungan dengan tamu dan departemen lain di hotel
5. Urat nadi utama sebuah hotel
6. Konter informasi bagi tamu
7. Sumbunya hotel
8. Pusat koordinasi pelayanan hotel
9. Konter informasi bagi tamu
10. Sumber informasi potensial bagi penjualan dan pemasaran hotel

Peranan kantor depan yang demikian penting menyebabkan departemen tersebut di beri sebutan yang menggambarkan pusat di mana sebuah departemen lan tergantung padanya. Tanpa kantor depan aktivitas menjadi terganggu. Bahkan pada akhirnya roda perputaran produk dari pelayanan akan terhenti. Demikian halnya dengan kesan pertama dan terakhir yang akan menentukan hasrat dan motivasi tamu untuk kembali lagi atau tidak ke hotel. (Bagyono, 2006:21)




















BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode yaitu :

3.1 Metode Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian ( Hadari Nawawi, 1983:100)
Metode observasi di gunakan dengan alasan agar penelitian dapat melihat secara langsung tentang gejala-gejala yang dapa terjadi di lokasi penelitian sehingga data yang di peroleh lebih akurat dan actual.
Adapun data yang ingin diperoleh melalui metode observasi adalah data-data tentang situasi dan kondisi hotel termasuk di departemen Front Desk , suasana kerja, standar operasional prosedur yang di gunakan, sistim informasi yang digunakan Front desk.
Prosedur penggunaan metode observasi adalah dengan cara :
1. Melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian
2. Melakukan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang di teliti

3.2 Metode Interview atau Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan wawancara tatap muka antara orang yang memberikan pertanyaan dengan yang diberikan pertanyaan dan di selidiki.
Alasan peneliti menggunakan metode wawancara adalah untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi dalam mengemukakan pendapat, keadaan emosional seseorang, dan meendapatkan informasi-informasi lain secara detail.
Data yang ingin di peroleh dengan metode ini adalah tentang peranan sistin informasi yang di gunakan Front Desk.
Data-data tersebut diperileh dengan cara melakukan tanya jawab baik secara langsung ( terpimpin ) maupun tidak langsung ( tidak terpimpin )
Adapun alat yang di gunakan untuk metode wawancara adalah :
1. Lembaran yang berisi butir-butir pertanyaan yang telah di siapkan sebelumnya
2. Tape recorder untuk merekam

3.3 Metode Dokumenter
Dokumenter adalah metode pengumpulan data dengan cara mendokumentasikan hasil observasi baik berupa kejadian atau peristiwa di lokasi penelitian dalam bentuk gambar atau foto yang berkaitan dengan penelitian
Metode dokumenter di gunakan dengan alasan agar data yang diperoleh tepat, tingkat validitasnya tinggi dan praktis.
Adapaun data-data yang digunakan dengan metode ini adalah gambar atau foto-foto buah yang didekorasi, palatan kerja, serta dokumen-dokumen tertulis yang ada kaitannya dengan Sistim Informasi yang di Gunakan Front Desk.
Alat yang di gunakan untuk memperoleh data penelitian adalah foto atau camera. ( metode penelitian. Moh Nasir. 1985;236 )

3.4 Metode Analisis Data
Metode penelitian yang di maksud adalah suatu cara atau langkah-langkah kegiatan ilmiah dengan kegiatan ilmiah dengan menggunakan instrument atau alat-alat penelitian mulai dari tahaap pengumpulan data, pengolahan dan analisis data sampai dengan menganalisis data yang telah di kumpulkan.
Maka penulismenggunakan tekhnik analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menggambarkan, memaparkan secara jelas tentang semua hal tau peristiwa ( data ) maupun proses tentang Sistim Informasi yang digunakan Front Desk di hotel Holiday Resort Lombok.
Selanjutnya digambarkan dalam bentuk kalimat-kalimat. Dari hasil analisis data akan di dapatkan gambaran yang jelas sehingga permasalahan yang diangkat dalam penelitian dapat di carikan solusi atau jawabannya. (Suharsimi Arikunto, 1996 : 12).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, suharsimi, 1996. Prosedur penelitian. Jakarta, Rineka cipta.
Bagyono, 2006. Teori dan Praktek Hotel Front Desk, Alfabeta, Bandung.
Gunartha, Ekaputra,2000. Metode Penelitian, Univ. Mataram
Magaline, Ferdinan, 2010, Sistim Informasi, //apr1_si.comuf/konsep.phd, URL: http//www.chvoong.com
Nurharyanto, Ak , 2007, Sistim Informasi Manajemen, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP. Modul Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Ketua Tim
Sugiarto, Endar Ir, MM, 2004, Operasional Kantor Depan Hotel,PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Siagian, Sondang 2002, P. Prof. Dr, M.P.A, Sistim Informasi Manajemen, PT Bumi Aksara


More aboutPeranan Sistem informasi Front Desk Di Hotel Holiday Resort Lombok.

Posted by wawan yawarmansyah

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang mempunyai sumber daya alam dan budaya yang sangat kaya dan sangat berpotensi dalam dunia industri pariwisata. Salah satu daerah yang sangat berpotensi sekarang ini adalah pulau Lombok. Dimana pulau Lombok adalah salah satu daerah provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan di bukanya secara resmi Bandara Internasional Lombok (BIL) di daerah Lombok Tengah maka akan semakin besar potensi yang ada di daerah Lombok terutama di dalam Industri Parwisata yang ada sekarang ini. Contohnya sekarang ini banyak Hotel, Restaurant, dan tempat-tempat lainnya yang telah maupun yang sedang dalam pembangunan di daerah Lombok. Hal ini membuktikan bahwa daerah Lombok sendiri telah semakin berkembang.
Banyaknya Hotel yang baru ataupun lama yang ada sekarang ini maka akan meningkatkan persaingan, dan oleh karena itu banyak Hotel akan meningkatkan mutu pelayanan mereka agar para tamu yang datang ke Hotel mereka dapat dilayani dengan baik dan semaksimal munkin sehingga dapat memuaskan dan memberi apa yang tamu butuhkan . Untuk dapat melakukan pelayanan yang maksimal banyak dari perusahaan atau Hotel menggunakan sistim informasi yang dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan sehingga tamu dapat di layani dengan baik, cepat dan benar.
Hotel Holiday Resort Lombok adalah salah satu hotel berbintang yang menggunakan Sistim Informasi sebagai alat atau media untuk mempercepat dan membantu proses pelayanan tamu.
Suatu sistim pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistim dapat di artikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling interaksi saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut “Apakah Peranan Sistim Informasi di Front Desk Pada Hotel Holiday Resort Lombok”

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Sistim informasi Front Desk Di Hotel Holiday Resort Lombok.

1.3.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah dapat mengetahui tentang kesulitan yang di temukan oleh penulis pada saat Praktik Kerja Nyata serta mencari solusi yang bisa membantu khususnya tentang Sistim Informasi Front Desk yang di gunakan.
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian yang di harapkan dapat digunakan sebaagai ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan perkembangan pariwisata.
2. Secara Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau pertimbangan bagi perusahaan atau hotel.






















BAB II
Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.1 Peranan Informasi
Pentingnya peranan informasi dalam pengelolaan suatu organisasi dalam lingkungan masyarakat informasional merupakan “produk” sebab-akibat. Faktor pemicunya ialah makin majunya masyarakat karena berbagai faktor seperti pendidikan, demokratisasi politik, pembangunan ekonomi, yang membawa serta berbagai macam permasalahan yang bentuk, jenis, dan intensitasnya berbeda dari masa-masa sebelumnya.

2.1.2 Penciptaan Informasi
Menciptakan informasi tidak terlepas dari identifikasi dan penggalian sumber-sumber informasi yang tepat. Sumber-sumber informasi yang dapat dan layak digali sangat bervariasi dari satu organisasi ke organisasi lain karena sangat tergantung pada proses pengambilan keputusan apa yang akan didukunganya dan untuk kepentingan apa informasi tersebut dipergunakan.
Sekarang ini umat manusia sudah berada pada era informasi. Hal itu berarti bahwa informasi sudah menyentuh seluruh kehidupan dan penghidupan, baik pada tingkat individual, tingkat kelompok, dan tingkat organisasi.pada tingkat individu.( Siagian, 2002:16)

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat dijabarkan menjadi Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut.
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.
Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas-aktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik. (Nurhayanto, 2007:9)

2.1.4 Komponen Sistim Informasi yang digunakan pada Front Desk:
1. Perangkat keras / Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi. Contohnya seperti: Disket,Perangkat Komputer, Mesin EDC, Telepon, HT, Form/Kertas, Printer, Fax, Mesin Fotochopy dsb.

2. Perangkat Lunak/ Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. Contohnya seperti: Aplikasi Lanmark, Program Komputer lain seperti: Microsoft Word, Microsof Exel dsb

3. Prosedur
Prosedur berperan penting dalam proses sistim informasi karena setiap hotel mempunyai Standar Operation procedure untuk menjalankan operational yang ada di hotel untuk memberikan pelayanan maksimal dan mencapai kepuasan kepada pelanggan. Contohnya seperti: Standar Operasional Prosedur (SOP) yang di gunakan oleh Hotel

4. Orang
Orang yang mengoperasikan sistem informasi, memasukkan data dan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya seperti; Staff Front Desk Hotel

5. Basis data (database)
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

6. Jaringan Komputer Dan Komunikasi Data
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.contohnya seperti: Kabel, Perangkat Komputer, Jaringan Internet, dsb. (Mahamudu, 2010:1)

2.2 Pengertian Front Desk
Front Desk adalah kantor depan, dalam konteks pengertian hotel, kantor depan merupakan departemen yang letaknya di bagian depan. Tepatnya tidak begitu jauh dari pintu di bagian depan hotel atau Lobby. Area ini merupakan tempat yang paling sibuk di hotel. Dengan lokasi di bagian depan maka Front Office, sebagian hotel menggunakan istilah yang berbedayaitu Guest Service Area (area pelayanan tamu)



2. 2.1 Fungsi Front Desk
Front Desk atau Kantor depan memiliki fungsi-fungsi penting dalam menyelenggarakan hotel secara menyeluruh. Fungsi tersebut meliputi:
1. Menjual kamar ( Reservasi, Check-in dan Check-out)
2. Menangani informasi mengenai produk dan pelayanan dan informasi umum di luar
3. Mengkoordinasi peelayanan tamu ( mengkoordinasi pelayanan dari departemen lain hotel)
4. Melaporkan status kamar ( status kamar dapat di-update secara manual atau komputerize
5. Mencatat pembayarab tamu ( guest bill/guest folio/guest account )
6. Menyelesaikan pembayaaran tamu ( pada saat check out )
7. Menyusun riwayat kunjungan tamu (untuk tujuan peningkatan pelayanan)
8. Menangani telepon, pesan, faximili dan e-mail
9. Menangani barang tamu dan barang-barang bawaannya

2.2.2 Peranan Front Desk
Departemen kantor depan mengemban misi yang sangat vital bagi keberhasilan bisnis hotel. Sebab produk yang menjadi pendapatan utama ( main revenue/income ) hotel dari kamar. Sedangkan pendapatan terbesar kedua adalah dari makanan dan minuman ( Food & Beverage ).
Peranan Kantor Depan bagi hotel antara lain :
1. Kesan pertama sekaligus kesan terakhir bagi tamu yang menginap di hotel
2. Sebagai pusat sarafnya hotel
3. Sebagai pusat komunikasi
4. Menjaga hubungan dengan tamu dan departemen lain di hotel
5. Urat nadi utama sebuah hotel
6. Konter informasi bagi tamu
7. Sumbunya hotel
8. Pusat koordinasi pelayanan hotel
9. Konter informasi bagi tamu
10. Sumber informasi potensial bagi penjualan dan pemasaran hotel

Peranan kantor depan yang demikian penting menyebabkan departemen tersebut di beri sebutan yang menggambarkan pusat di mana sebuah departemen lan tergantung padanya. Tanpa kantor depan aktivitas menjadi terganggu. Bahkan pada akhirnya roda perputaran produk dari pelayanan akan terhenti. Demikian halnya dengan kesan pertama dan terakhir yang akan menentukan hasrat dan motivasi tamu untuk kembali lagi atau tidak ke hotel. (Bagyono, 2006:21)




















BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode yaitu :

3.1 Metode Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian ( Hadari Nawawi, 1983:100)
Metode observasi di gunakan dengan alasan agar penelitian dapat melihat secara langsung tentang gejala-gejala yang dapa terjadi di lokasi penelitian sehingga data yang di peroleh lebih akurat dan actual.
Adapun data yang ingin diperoleh melalui metode observasi adalah data-data tentang situasi dan kondisi hotel termasuk di departemen Front Desk , suasana kerja, standar operasional prosedur yang di gunakan, sistim informasi yang digunakan Front desk.
Prosedur penggunaan metode observasi adalah dengan cara :
1. Melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian
2. Melakukan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang di teliti

3.2 Metode Interview atau Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan wawancara tatap muka antara orang yang memberikan pertanyaan dengan yang diberikan pertanyaan dan di selidiki.
Alasan peneliti menggunakan metode wawancara adalah untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi dalam mengemukakan pendapat, keadaan emosional seseorang, dan meendapatkan informasi-informasi lain secara detail.
Data yang ingin di peroleh dengan metode ini adalah tentang peranan sistin informasi yang di gunakan Front Desk.
Data-data tersebut diperileh dengan cara melakukan tanya jawab baik secara langsung ( terpimpin ) maupun tidak langsung ( tidak terpimpin )
Adapun alat yang di gunakan untuk metode wawancara adalah :
1. Lembaran yang berisi butir-butir pertanyaan yang telah di siapkan sebelumnya
2. Tape recorder untuk merekam

3.3 Metode Dokumenter
Dokumenter adalah metode pengumpulan data dengan cara mendokumentasikan hasil observasi baik berupa kejadian atau peristiwa di lokasi penelitian dalam bentuk gambar atau foto yang berkaitan dengan penelitian
Metode dokumenter di gunakan dengan alasan agar data yang diperoleh tepat, tingkat validitasnya tinggi dan praktis.
Adapaun data-data yang digunakan dengan metode ini adalah gambar atau foto-foto buah yang didekorasi, palatan kerja, serta dokumen-dokumen tertulis yang ada kaitannya dengan Sistim Informasi yang di Gunakan Front Desk.
Alat yang di gunakan untuk memperoleh data penelitian adalah foto atau camera. ( metode penelitian. Moh Nasir. 1985;236 )

3.4 Metode Analisis Data
Metode penelitian yang di maksud adalah suatu cara atau langkah-langkah kegiatan ilmiah dengan kegiatan ilmiah dengan menggunakan instrument atau alat-alat penelitian mulai dari tahaap pengumpulan data, pengolahan dan analisis data sampai dengan menganalisis data yang telah di kumpulkan.
Maka penulismenggunakan tekhnik analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menggambarkan, memaparkan secara jelas tentang semua hal tau peristiwa ( data ) maupun proses tentang Sistim Informasi yang digunakan Front Desk di hotel Holiday Resort Lombok.
Selanjutnya digambarkan dalam bentuk kalimat-kalimat. Dari hasil analisis data akan di dapatkan gambaran yang jelas sehingga permasalahan yang diangkat dalam penelitian dapat di carikan solusi atau jawabannya. (Suharsimi Arikunto, 1996 : 12).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, suharsimi, 1996. Prosedur penelitian. Jakarta, Rineka cipta.
Bagyono, 2006. Teori dan Praktek Hotel Front Desk, Alfabeta, Bandung.
Gunartha, Ekaputra,2000. Metode Penelitian, Univ. Mataram
Magaline, Ferdinan, 2010, Sistim Informasi, //apr1_si.comuf/konsep.phd, URL: http//www.chvoong.com
Nurharyanto, Ak , 2007, Sistim Informasi Manajemen, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP. Modul Diklat Sertifikasi JFA Tingkat Ketua Tim
Sugiarto, Endar Ir, MM, 2004, Operasional Kantor Depan Hotel,PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Siagian, Sondang 2002, P. Prof. Dr, M.P.A, Sistim Informasi Manajemen, PT Bumi Aksara


More about

TUBERKOLOSIS PARU

Posted by wawan yawarmansyah on Friday, June 24, 2011

PENGERTIAN :
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh Mycobakterium Tuberkulosis.

ETIOLOGI :
Jenis kuman berbentuk batang, ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um. Sebagian besar kuman berupa lemak/lipid sehingga kuman tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap kimia , fisik. Sifat lain dari kuman ini adalah aerob yang menyukai daerah yang banyak oksigin, dalam hal ini lebih menyenangi daerah yang tinggi kandunagn oksiginnya yaitu. daerah apikal paru, daerah ini yang menjadi prediksi pada penyakit Tuberkulosis

PATOFISIOLOGI :
Penyakit ini dikendalikan oleh respon imunitas perantara sel efektor (makrofag), sedangkan limphosit (sel T) adalah sel imonoresponsifnya. Imunitas ini biasanya melibatkan makrofag yang diaktifkan ditempat infeksi oleh limfosit dan limfokin, respon ini disebut sebagai reaksi hipersensitifitas ( lambat). Basil Tuberkel yang mencapai permukaan alveolus akan diinhalasi sebagai suatu unit (1-3 basil), gumpalan basil yang lebih besar cenderung tertahan disaluran hidung dan cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit. Yang berada dialveolus dibagian bawah lobus atas paru basil tuberkel ini membuat peradangan.


Leukosit polimorfonuklear nampak pada tempay tersebut dan mempagosit, namun tidak membunuh basil. Hari-hari berikutnya leukosit diganti oleh makrofag, alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumoni akut. Pneumoni selluler ini dapat sembuh dengan sendirinya. Proses ini dapat berjalan terus, dan basil terus dipagosit atau berkembang biak di dalam sel. Basil juga menyebar melalui kelenjar getah bening. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit (membutuhkan waktu 10-20 hari). Nekrosis bagian sentral lesi memberikan gambaran yang relatif padat dan seperti keju (nekrosis kaseosa) . Daerah yang mengalami nekrosis dan jaringan granulasi yang dikelilingi sel epiteloid dan fibroblas akan menimbulkan respon berbeda. Jaringan granulasi akan lebih fibroblas membentuk jaringan parut dan ahirnya membentuk suatu kapsul yang dikelilingi tuberkel..

TANDA & GEJALA
Keluhan dapat bermacam-macam atau malah tanpa keluhan, yang terbanyak adalah :
1. Demam : subfebril, febril ( 40-41derajat C) hilang timbul.
2. Batuk : terjadi karena adanya iritasi pada bronkus, batuk ini untuk membuang /mengeluarkan produksi radang, dimulai dari batuk kering sampai batuk purulenta (menghasilkan sputum)
3. Sesak nafas : bila sudah lanjut dimana infiltrasi radang sampai setengah paru.
4. Nyeri dada : ini jarang ditemukan, nyeri timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis.
5. Malaise : ditemukan beripa anorexia, nafsu makan menurun, BB menurun, sakir kepala, nyeri otot, keringat diwaktu malam hari
Pada Atelektasis terdapat gejala manifestasi klinik yaitu: Sianosis, Sesak nafas, Kolaps. Bagian dada pasien tidak bergerak pada saat bernafas dan jantung terdorong kesisi yang sakit. Pada Foto Torax tampak pada sisi yang sakit bayangan hitam dan diagfragma menonjol keatas.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK:
Pemeriksaan fisik :
• Pada tahap dini sulit diketahui.
• Ronchi basah, kasar dan nyaring.
• Hipersonor/timpani bila terdapat kavitas yang cukup dan pada auskultasi memberi suara umforik.
• Atropi dan retraksi interkostal pada keadaan lanjut dan fibrosis.
• Bila mengenai Pleura terjadi efusi pleura (perkusi memberikan suara pekak)


Pemeriksaan Radiologi :
• Pada tahap dini tampak gambaran bercak-bercak seperti awan dengan batas tidak jelas.
• Pada kavitas bayangan berupa cincin.
• Pada Kalsifikasi tampak bayangan bercak-bercak padat dengan densitas tinggi
Bronchografi : merupakan pemeriksaan khusus untuk melihat kerusakan bronchus atau kerusakan paru karena TB.
Laboratorium :
• Darah : leukosit meninggi, LED meningkat
• Sputum : pada kultur ditemukan BTA
• Test Tuberkulin : Mantoux test (indurasi lebih dari 10-15 mm)

PENATALAKSANAAN :
• Penyuluhan
• Pencegahan
• Pemberian obat-obatan :
1. OAT (obat anti tuberkulosa) :
2. Bronchodilatator
3. Expektoran
4. OBH
5. Vitamin
• Fisioterapi dan rehabilitasi
• Konsultasi secara teratur

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
a. Pola aktifitas dan istirahat :
Fatique, Aktivitas berat timbul sesak (nafas pendek), Sulit tidur, Berkeringat pada malam hari
b. Pola Nutrisi :
Anorexia, Mual, tidak enak diperut, BB menurun
c. Respirasi :
Batuk produktif (pada tahap lanjut), sesak nafas, Nyeri dada.
d. Riwayat Keluarga :
Biasanya keluarga penderita ada yang mempunyai kesulitan yang sama (penyakit yang sama)
e. Riwayat lingkungan :
Lingkungan kurang sehat (polusi, limbah), pemukiman padat, ventilasi rumah yang kurang, jumlah anggauta keluarga yang banyak.
f. Aspek Psikososial :
• Merasa dikucilkan
• Tidak dapat berkomunikasi dengan bebas, menarik diri.
• Biasanya pada keluarga yang kurang mampu.
• Masalah berhubungan dengan kondisi ekonomi, untuk sembuh perlu waktu yang lama dan biaya yang bayak.
• Masalah tentang masa depan/pekerjaan pasien.
• Tidak bersemangat, putus harapan.
g. Riwayat Penyakit sebelumnya :
• Pernah sakit batuk yang lama dan tidak sembuh sembuh.
• Pernah berobat, tetapi tidak sembuh.
• Pernah berobat tetapi tidak teratur (drop out).
DIAGNOSA PERAWATAN YANG MUNGKIN TIMBUL :
1. Gangguan pertukaran gas sehubungan dengan adanya faktor resiko :
• Berkurangnya keefektifan permukaan paru, atelektasis.
• Kerusakan membran alveolar kapiler.
• Sekret yang kental
• Edema Bronchial.
2. Potensial infeksi dan penyebaran infeksi sehubungan dengan :
• Daya tahan tubuh menurun, fungsi silia menurun, sekret yang menetap.
• Kerusakan jaringan akibat infeksi yang menyebar.
• Daya tahan/ resistensi terhadap infeksi rendah
• Malnutrisi
• Terkontaminasi oleh lingkungan.
• Kurang pengetahuan tentang infeksi kuman.
3. Gangguan kebutuhan nutrisi sehubungan dengan:
Kelelahan, batuk yang sering, adanya produksi sputum, dyspnoe, anorexia, penurunan finansial /biaya.
4. Pembersihan jalan nafas yang tidak efektif sehubungan dengan :
Sekresi yang kental, lengket dan berdarah, lelah dan usaha batuk yang kurang, Edema trachea/larink.
5. Kurangnya pengetahuan (kebutuhan Hygiene), tentang kondisi, pengobatan, pencegahan, sehubungan dengan :
Tidak ada yang menerangkan, interpretasi yang salah, terbatas pengetahuan/kognisi, tidak akurat, tidak lengkap imformasi yang didapat.

Pengobatan:
1. Nama obat : INH
Dosis : 1 x 400 mg
Farmakokinetik:
• Diabsorbsi : dari saluran pencernaan, makanan mengurangi kecepatan dan tingkat absorbsi
• Puncak : 1 - 2 jam
• Distribusi : Keseluruh jaringan tubuh dan cairan termasuk CNS, melewati plasenta
• Metabolisme : Tidak diaktifkan oleh acetylation di dalam hati
• Eliminasi : waktu paruh 1 - 4 jam, 75 - 96% diekresikan dalam urin dalam 24 jam, diekskresikan dalam air susu
Efek samping : biasanya dihubungkan dengan dosis
CNS : parestesias, perifeal neuropaty, nyeri kepala, kelemahan, tinitus, pusing, vertigo, ataxia, somnolen, insomnia, amnesia,euphoria, toxis psikosis, perubahan tingkah laku, depresi, kerusakan memori, hyperpireksia, halusinasi, konvulsi, otot kejang, mimpi yang berlebihan , menstruasi
Mata : Penglihatan kabur, terganggunya penglihatan, optik neuritis, atropi
GI : Mual , muntah , epigastrium distress, mulut kering, konstipasi
Hematologi : Agranulositosis, hemolitik atau anemia aplastik, trombositopenia, eosinophilia, methemoglobinemia
Hepatotoksisitas: panas dingin, kulit yang melepuh (mosbiliform, macula papular, purpura, urticaria) limpadenitis, vaskulitis
Metabolik endokrin : Penurunan absorbsi vitamin B12, defisiensi pridoksin (vitamin B6), pellagra, gynecomastia, hyperglikemia, glikosuria, hyperkalemia, hipophosphathemia, hipokalsemia, acetonia, asidosis metabolik, proteinemia
Lain-lain : dyspnea, retensi urine, demam yangdisebabkan obat-obat, rematik, lupus erythromatosus syndrome, iritasi di tempat bekas injeksi.
Implikasi perawatan :
Pengelolaan :
• Obat oral INH lebih baik diberikan sebelum makan 1 - 2 jam sebelum makanan diabsorbsi, jika terjadi iritasi GI, obat boleh diberikan bersama makanan
• Isoniazid dalam bentuk larutan disimpan dalam bentuk kristal dan disimpan dalam temperatur yang rendah. Jika hal ini terjadi obat disimpan ditempat yang hangat atau dalam temperatur ruangan.
• Nyeri lokal sementara setelah injeksi IM, massage daerah injeksi dengan cara memutar daerah injeksi
• Obat disimpan harus ditutup rapat, temperatur 15 - 30 C kecuali diberikan secara sebaliknya
Pengkajian /efek obat :
• Tes adanya kelemahan yang tepat, sebelum pemberian therapy untuk mendeteksi kemungkinan bakteri yang resisten
• Efek therapetik biasanya menjadi jelas dalam 2 - 3 minggu pertama pemberian therapi. Lebih dari 90% pasien yang diberikan therapi mempunyai sputum yang berkurang setelah 6 bulan
• Pemeriksaan mata
• Monitor Tekanan darah selama pemberian obat
• Pasien seharusnya secara hati-hati dengan interview dan diperiksa dalam interval bulanan untuk mendeteksi dini dari tanda dan gejala hepatotoksisitas
• Therapi INH yang kontinyu setelah onset dari disfungsi hepatik meningkatkan resiko kerusakan hati yang lebih berat
• Isoniazid hepatitis (kadang-kadang fatal) biasanya berkembang selama 3 - 6 bulan pertama, tetapi mungkin terjadi setiap waktu selama pemberian therapi, hal ini lebih banyak frekwensinya pada pasien dengan umur 35 tahun atau lebih atau terutama yang meminum alkohol setiap hari
• Cek berat badan 2 kali seminggu, di bawah kondisi standart
• Pasien DM seharusnya diabsorbsi untuk hilangnya kontrol diabetes antara glikosuria yang nyata dan tes benedik positif; yang palsu segera dilaporkan
• Neuritis peripheral lebih banyak menimbulkan afek toksik seringkali didahului oleh parestesikaki dan tangan. Pasien yang bebas kerentanan meliputi (termasuk) alkoholik atau pasien denga penyakit liver, malnutrisi, diabetik, inaktivator lambat, wanita hamil dan kekuatan.
Pendidikan kesehatan kepada keluarga dan pasien
• Memeperingatkan pasien terhadap makanan yang mengandung tyramine (keju, ikan) yang menjadi penyebab dari palpitasi, peningktan tekanan darah.
• Instruksi pasien untuk melapor kepada medis bila ada tanda dan gejala dari perkembangan hepatotoksik
• Memperingatkan pasien terhadap makanan yang mengandung histamin (ikan tuna) yang bisa menjadi penyebab dari palpitasi memperbesar respon obat (nyeri kepala, hipotensi,palpitasi,berkeringat, diare)
• Umumnya therapi INH diberikan 6 bulan - 2 tahun untuk pengobatan TBC yang aktif, bila digunakan untuk terapi preventif, INH diberikan 12 bulan.
2. Nama obat : Ethambutol hydrochloride
Dosis: Dewasa 15 mg/kgBB (oral), untuk pengobatan ulang mulai dengan 25 mg kg/BB/hari atau 60 hari, kemudian diturunkan sampai 15 mg/kgBB/hr
Anak: : 6 - 12 tahun: 10 - 15 mg/kgBB/hari
Farmakokinetik:
• Absorbsi : 70% - 80% diabsorbsi di saluran pencernaan
• Puncak 2 - 4 jam
• Distribusi: diodistribusi ke seluruh jaringan tubuh, konsentrasi tertinggi dalam eritrosit, ginjal, paru-paru, saliva, melalui plasenta, didistribusi kedalam air susu.
• Metabolisme: dimetabolisme dalam hati
Eliminasi : waktu paruh 3 - 4 jam, 50% diekresikan dalam urin selama 24 jam, 20 - 22 % dikeluarkan dalam feses
Efek samping :
• CNS : Nyeri kepala , pening/pusing, kebingungan, halusinasi, parestesia, neuritis peripheral, nyeri tulang sendi, kelemahan pada ekstremitas bagian bawah
• Mata : Toksisitas bola mata : neuritis retrabulbar optik, kemungkinan neuritis anterior optik dengan penurunan dalam ketajaman penglihatan, menyempitnya luas lapang pandang, kebutaan pada warna merah-hijau, skotoma pada bagian pusat dan periferal, mata nyeri, fotophobia, perdarahan dan edema retina.
• Saluran pencernaan : anoreksia, mual, muntah, nyeri abdomen
• Hypersensitifitas : pruritis , dermatitis, anafilaktis
• Hyperuresemia, demam , malaise, leukopenia (jarang), sputum yang mengandung darah, gangguan sementara dalam fungsi liver (kemungkinan hepatotoksisitas), nefrotoksisitas, gout artritis akut, abnormalitas EKG, pengeluaran keringat
Implikasi Perawatan
• Ethambutol mungkin diberikan setelah makan jika iritasi saluran pencernaan terjadi. Absorpsi tidak begitu dipengaruhi oleh makanan dalam perut.
• Lindungi ethambutol dari cahaya, kelembaman dan panas. Letakan dalam kemasan yang tertutup rapat-rapat pada suhu 15 - 30 C kecuali kalau diberikan langsung .
Pengkajian dan efek obat
• Kultur dan tes kerentanan seharusnya seharusnya ditentukan sebelum dimulainya tindakan/dan pengulangan secara periodik pada terapi secara keseluruhan .
• Toksisitas okuli secara umum kelihatan dalam 1 - 7 bulan setelah dimulainya tyerapi. Gejala biasanya tidak tampak selama beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah obat tidak dilanjutkan
• Uji opthalmoskopik meliputi tes luas lapang pandang , tes untuk ketajaman penglihatan menggunakan kertas mata, dan tes untuk penggolongan diskriminasi warna seharusnya ditentukan lebih dulu untuk memulai therapi dan dalam interval bulanan selama therapi. Mata seharusnya dites secara terpisah sama baiknya secara bersama-sama
• Monitor rasio input dan output pada pasien dengan kerusakan ginjal . Laporkan adanya oliguria atau perubahan yang penting pada ratio atau dalam laporan laboratorium tentang fungsi ginjal. Akumulasi sistemik dengan toksisitas dapat dihasilkan dari ekresi obat-obat yang lambat
• Tes fungsi ginjal dan hepatik, hitung sel darah dan determinan serum asam urat seharusnya ditentukan dalam interval yang teratur pada terapi secara menyeluruh.
a. Pendidikan pasien dan keluarga
• Secara umum, therapi dapat berlanjut selama 1-2 terapi lebih lama, meskipun teraturnya pengobatan yang lebih pendek bisa digunakan dengan baik
• Jika pasien hamil, selama pengobatan sarankan untuk melaporkan pada dokter dengan segera . Obat seharusnya tersendiri.
• Sarankan pasien untuk melaporkan dengan tepat pada dokter tentang kejadian mengaburnya pandangan , perubahan persepsi warna, mengecilnya luas lapang pandang , beberapa gejala penglihatan lainnya. Pasien seharusnya secara periodik ditanyakan tentang matanya
• Jika dideteksi secara dini, defek visual secara umum tidak kelihatan lebih dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pada beberapa instansi (jarang), pemulihan mungkin lambat. Selama setahun atau lebih atau defek mungkin irreversibel.
3. Nama obat : Rifampisin
• Dosis : 1 x 450 mg
Farmakokinetik:
• Absorbsi: Dengan mudah diabsorbsi di saluran pencernaan
• Puncak: 2 - 4 jam
• Distribusi : didistribusikan kemana-mana meliputi CSF, melalui plasenta, didistribusikan ke dalam air susu
• Metabolisme: Dimetabolisme dalam liver untuk metabolisme aktif dan inaktif siklus enterohepatik
Eliminasi : Waktu paruh 3 jam. Sampai 30 % diekresikan dalam urin 60% - 65% dalam feses
Efek samping :
• CNS: fatigue, drowsiness, nyeri kepala, ataxia, kebingungan, pusing, ketidak mampuan berkonsentrasi, mati rasa secara umum, nyeri pada ekstremitas, kelemahan otot, gangguan penglihatan , konjungtivitis, hilangnya pendengaran frekuensi rendah, secara sementara.
• GI : heart burn, distress epigastrium, mual, muntah, anoreksia, flaturens, kram, diare, kolitis pseudomembran
Hematologi : Trombositopenia, leukopeni sementara, anemia, meliputi (termasuk) anemia hemolitik
Hypersensitivitas : panas, pruritis, urtikaria, erupsi kulit, rasa sakit pada mulut dan lidah, eosinophilia, hemolisis
Ginjal : hemoglobinuria, hematuria, Akut Renal Failure
Lain-lain: hemoptisis, light-chain proteinuria, sindrom “flulike”, gangguan menstruasi, sindroma hepatorenal (dengan terapi intermitten). Peningkatan sementara pada tes fungsi hati (bilirubin, BSP, alkaline fosfatase,ALT,AST), pankreatitis
Overdosis: Gejala GI, meningkatnya lethargi, pembesaran liver dan pengerasan, jaundice, berkeringat, saliva, air mata, feces
Implikasi Perawatan
• Kapsul bisa dibuka diisi dan diminum/diteguk dengan air atau dicampur dengan makanan
• Suspensi oral dapat disiapkan dari kapsul untuk digunakan pada pasien pediatri
• Berikan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Puncak dari tingkat serum diperlambat dan mungkin agak rendah ketika diberikan dengan makanan
• Pengawetan seharusnya dijaga dalam kapsul yang dikemas dalam botol , dapat menjadi tidak stabil dalam keadaan lembab
Pengkajian dan efek obat
• Tes serologi dan kerentanan seharusnya ditentukan paling utama selama dan dalam keadaan / waktu kultur positif
• Disarankan tes fungsi hepatik secara periodik . Pasien dengan penyakit hepar harus dimonitor secara tertutup (closely)
• Jika pasien juga mendapat anti koagulan , waktu protrombin seharusnya ditentukan secara harian atau seringkali untuk membuat dan menjaga aktifitas antikoagulan
Pendidikan kepada pasien dan keluarga
• Informasikan kepada pasien bahwa obat bisa memberi warna pada urin merah -oranye, feces, sputum, keringat dan air mata. Terutama yang menggunakan kontak lensa atau kaca berwarna lainnya yang permanen
• Pasien dengan kontrasepsi oral, seharusnya mempertimbangkan alternatif metode-metode kontrasepsi. Hal-hal yang sama menggunakan Rimfapisin dan kontrasepsi oral menurunkan keefektifan dari kontrasepsi dan untuk gangguan menstruasi (spotting, perdarahan)
• Perhatikan pasien agar menjaga obat dari jangkauan anak-anak
4. Nama obat : Pyrazinamide
Dosis : 2 x 500 mg
Farmakokinetik :
• Absorbsi : Langsung diabsorpsi dari saluran pencernaan
• Puncak : 2 jam
• Distribusi : Melewati barier darah otak
• Metabolisme : di metabolisme di hati
• Eliminasi : waktu paruh 9 - 10 jam, diekresikan secara perlahan-lahan di dalam urin
Efek samping :
Astralgia, aktif gout, kesulitan dalam kencing, nyeri kepala, fotosensitif, urtikaria, skin rash (jarang), anemia hemolitik, splenomegali, limphadenopathy, hemoptisis, peptik ulser, uric asid dalam serum, hepatotoksik, tes fungsi ginjal yang abnormal, penurunan plasma protrombin.
Implikasi perawatan
• Obat seharusnya tidak dilanjutkan jika ada reaksi hepar (jaundice,pruritis, sklera ikterik, yellow skin) atau hyperursemia dan akut gout
• Tempatkan dalam tempat tertutup (suhu 15 - 13 C)
Efek obat
• Pasien harus diobservasi dan mendapat petunjuk dari supervisi medis
• Pasien harus diperiksa secara teratur , dan kemungkinan adanya tanda toksik: pembesaran hepar, jaundice, kerusakan integritas vaskuler (echymosis, ptekie, perdarahan abnormal)
• Reaksi hepar lebih sering terjadi pada pasien yang diberikan dosis tinggi
• Tes fungsi liver (AST, ALT, serum bilirubin) harus diperiksa 2-4 minggu selama terapi
Pendidikan kesehatan kepada pasien dalam keluarga
• Laporkan adanya kesulitan dalam pengosongan
• Pasien seharusnya berkeinginan untuk intake cairan 2000 ml/hari jika memungkinkan
• Pasien dengan diabetes melitus seharusnya terbuka untuk memonitor dan meminta saran terhadap kemungkinan kehilangan kontrol glikemia
5. Nama obat : Aldactone
Dosis : 2 x 100 mg
Farmakokinetik :
• Absorbsi : 73% disaluran pencernaan, onset : perlahan-lahan.
• Puncak : 2-3 hari , max. efeknya 2 minggu.
• Durasi : 2-3 hari atau lebih.
• Distribusi : melalui placenta, didistribusikan melalui air susu.
• Metabolisme : di hati dan di ginjal.
• Eliminasi : Waktu paruh : 1,3 - 2,4 Jam parent kompound, 18 - 32 jam dimetabolisme, 40 - 57% di ekskresikan didalam urin , 35 - 40% di dalam empedu.
Efek samping :
• Letargi, Fatique(penurunan BB yang cepat), nyeri kepala dan ataksia.
• Endokrin : genekomastik, ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi , efek endogenik (ketidakteraturan mens, hersutisme, suara dalam) , berubahnya para tyroid, menurunnya glukosetoleransi .
• GI : Kram abdominal, nausea, muntah, anoreksia, diare.
• Kulit : Makulopapular, erythematosus rash, urtikaria.
• Lain-lain: Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (hiperkalemia, hiponatremia), peningkatan BUN, asidosis, agranulasitosis, SLE, hipertensi(post sympatectomi) , hiperurecemia, Gout.
Implikasi perawatan :
Pengelolaan :
• Berikan dengan makanan untuk mempertinggi absorbsi makanan.
• Haluskan tablet sebelum diberikan dengan cairan yang dipilih oleh pasien.
• Obat disimpan dalam tempat tertutup, dalam kemasan tahan cahaya, dalam bentuk suspensi lebih tahan dalam waktu I bulan dibawah refrigeration.

Pengkajian dan efek otot :
• Cek tekanan darah sebelum diberikan terapi.
• Serum elektrolit harus dimonitor, terutama selama permulaan terapi dan siapkan bila ada tanda-tanda ketidak seimbangan elektrolit.
• Monitor intake dan output setiap hari dan cek adanya edema, laporkan kekurangan respon diuretik atau perkembangan odem.
• Laporkan bila ada efek perubahan mental, letargi, stupor pada pasien dengan penyakit hati.
• Reaksi yang merugikan, terjadi reversibel yang umum dengan tidak dilanjutkan obat. Ginekomastik yang dihubungkan dengan dosis dan durasi terapi. Ini semua dilakukan walaupun obat telah dihentikan.

Pendidikan pasien dan keluarga :
• Informasikan pada pasien dan keluarga efek obat deuretik yang maksimal mungkin tidak terjadi sampai 3 hari pemberian terapi. Dan deuretik kontinue untuk 2-3 hari setelah obat dihentikan.
• Intruksikan pasien untuk melaporkan tanda dari hiponatremi, yang lebih sering terjadi pada pasien dengan serosis berat.
• Umumnya pasien harus menghindarkan intake yang belebihan dari makanan yang tinggi potasium dan garam.

DAFTAR PUSTAKA

1. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi Kedua, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1987.
2. Donna D, Marilyn. V, Medical Sugical Nursing, WB Sounders, Philadelpia 1991.
3. Doenges E Marilynn, F.A Davis Company Philadelphia Edition 3 , 1989
4. RSUD Dr. Soetomo, Pedoman Diagnosis dan Therapi, Lab UPF Ilmu Penyakit Paru, Surabaya (1994)
More aboutTUBERKOLOSIS PARU

Efektivitas Pemberian Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sekret Pada Anak Dengan Pneumonia Di Bangsal Dahlia RSUP NTB

Posted by wawan yawarmansyah on Tuesday, June 21, 2011

More aboutEfektivitas Pemberian Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sekret Pada Anak Dengan Pneumonia Di Bangsal Dahlia RSUP NTB