Pengertian Belajar

Posted by wawan yawarmansyah on Saturday, May 21, 2011

DESKRIPSI TEORI TENTANG BELAJAR
A. Deskripsi Teori
1. Prestasi Belajar
a. Pengertian Belajar
Menurut Gagne (1988 : 18), belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah prilakunya sebagai akibat interaksi dengan lingkungan eksternalnya. Dari pengertian belajar tersebut, terdapat tiga ciri utama belajar yaitu : proses, interaksi, dan perubahan prilaku. Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Perubahan prilaku sebagai hasil belajar ialah perubahan yang dihasilkan dari pengalaman (interaksi dengan lingkungan) dimana proses mental dan emosional terjadi. Perubahan

prilaku sebagai hasil belajar dikelompokkan ke dalam tiga ranah yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Di dalam pembelajaran perubahan prilaku sebagai hasil belajar tersebut dirumuskan di dalam tujuan pembelajaran.
Menurut Djamarah (1994 : 21), belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Hasil dari aktivitas belajar adalah terjadinya perubahan dalam diri individu.
Sedangkan menurut Slameto (2003 :2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dalam lingkungannya. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan kemampuan, daya kreasi dan daya penerimaannya serta aspek-aspek lain yang ada pada individu.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku siswa yang terjadi sebagai akibat dari bimbingan guru maupun usaha sendiri yang meliputi perubahan pada aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran.
b. Pengertian Prestasi belajar
Prestasi artinya hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dikerjakan. Apabila dikaitkan dengan belajar, maka prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh setelah melakukan aktivitas belajar. Prestasi juga menurut Djamarah diartikan sebagai berikut: ”Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletean kerja baik secara individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.
Menurut Slameto (2004:2), mengatakan bahwa prestasi belajar merupakan suatu perubahan yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar. Perubahan itu meliputi perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Menurut Mukhtar (2003:54) mengatakan bahwa hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari apa yang terjadi dalam aktivitas dan pembelajaran baik di kelas, sekolah maupun di luar sekolah. Apa yang dialami siswa dalam proses pengem¬bangan kemampuannya merupakan apa yang diperolehnya dari belajar. Untuk memperoleh pengetahuan, siswa harus aktif atau belajar secara aktif. Oleh karena itu, didalam kelas yang ideal, siswa harus melakukan penyelidikan me¬mecahkan masalah, mengeksplorasi gagasan-gagasan dengan menggunakan benda-benda konkret atau media pembelajaran, mengerjakan hal-hal tersebut se¬cara mandiri dan secara berkelompok, atau bekerjasama dalam kelompok kecil, mengungkapkan gagasan-gagasan baik secara lisan maupun tulisan.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri siswa sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar, sedangkan prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil-hasil yang dicapai selama melakukan proses pembelajaran oleh siswa setelah menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar terdiri atas faktor intern yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor ekstern yang berasal dari luar siswa. Menurut Winkel (1991:22) faktor intern siswa meliputi motivasi belajar, konsentrasi, perasaan, sikap dan kondisi fisik, sedangkan faktor ekstern meliputi sekolah tempat belajar, pribadi guru, hubungan sosial dan juga iklim di sekolah atau tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam belajar banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar. Guru merupakan salah satu faktor yang mana kemampuan mengolah bahan ajar, menganalisa keberhasilan belajar siswa dan mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar dapat me¬nentukan keberhasilan belajar siswa.
More aboutPengertian Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran fisika (RPP)

Posted by wawan yawarmansyah on Friday, May 20, 2011

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/2 (dua)
Pertemuan Ke- : 1
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran ( 2 × 45 menit)
Standar Kompetensi: Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan
benda titik.
Kompetensi Dasar : Menganalisis hubungan antara usaha, perubahan energi
dengan hukum kekekalan energi mekanik.
Indikator : Memformulasikan hubungan antara gaya, energi, usaha,
dan daya ke dalam bentuk persamaan.


I. Tujuan Pembelajaran
– Siswa dapat menjelaskan pengertian usaha.
– Siswa dapat merumuskan besar usaha yang dilakukan oleh suatu gaya.
– Siswa dapat menginterpretasikan bahwa besarnya usaha yang dilakukan
oleh gaya sama dengan perubahan energi kinetik yang terjadi pada benda.
II. Materi Ajar
– Usaha
– Energi
III. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Demonstrasi
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dan mengawalinya dengan memberikan pengenalan awal
tentang usaha dan energi.
Kegiatan Inti
 Guru memberikan ceramah disertai dengan tanya jawab untuk mengungkap
kembali pengetahuan tentang usaha dan energi.
 Salah satu siswa diminta untuk melakukan peragaan yang disertai dengan
tanya jawab untuk menjelaskan pengertian usaha.
 Siswa merumuskan besar usaha yang dilakukan oleh suatu gaya yang
dipandu oleh guru.
 Guru memimpin diskusi kelas untuk menginterpretasikan bahwa besarnya
usaha yang dilakukan oleh gaya sama dengan perubahan energi kinetik
yang terjadi pada benda.
 Siswa membentuk kelompok belajar untuk melakukan diskusi kelompok
memecahkan persoalan yang berkaitan dengan usaha dan energi kinetik.
Kegiatan Akhir
Guru mengakhiri pelajaran dengan menyimpulkan dan memberi penekanan
pada materi usaha dan energi yang diteruskan dengan pemberian tugas mandiri,
tugas kelompok, dan tugas membaca serta memahami materi berikutnya.


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan :balok kayu, bidang datar/miring, dan anak
timbangan
Sumber : Buku Fisika Dasar SMA 2A (Tiga Serangkai)

VI. Penilaian
 Pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran saat tanya jawab/diskusi,
sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalam kelas.
 Tugas mandiri, tugas kelompok, dan tes keterampilan percobaan serta
peragaan.
 Kuis tertulis

Contoh Soal Kuis
1. Satuan usaha dalam SI adalah ....
2. Usaha adalah hasil kali gaya (searah perpindahan) dengan perpindahan.
Benar atau salah?
3. Energi kinetik dirumuskan sebagai ....
4. Usaha merupakan perubahan energi kinetik suatu benda. Benar atau salah?
5. Besar usaha sebuah peluru yang ditembakkan vertikal ke atas sampai titik
tertinggi adalah ....
6. Usaha merupakan besaran vektor. Benar atau salah?
7. Benda 1 kg bergerak dengan kecepatan 10 m/s. Kemudian kecepatan benda
berubah menjadi 20 m/s. Besar usaha yang dilakukan oleh benda tersebut
adalah ....
8. Usaha dapat bernilai posisitif atau negatif. Benar atau salah?
Kunci Jawaban Kuis
1. joule atau J 5. – mgh
2. benar 6. salah
3. E = 1/2mv2 7. 150 J
4. benar 8. benar

..............., ...................... 2010
Mengetahui,
Guru fisika






Suryuno S,Pd.
NIP:
More aboutRencana Pelaksanaan Pembelajaran fisika (RPP)

bisnis online gratis, rejeki berlipat ganda

Posted by wawan yawarmansyah on Saturday, May 14, 2011

keuntungan bisnis MLM online 100 % Gratis KLIK LINK DI BAWAH INI FREE
 http://softwarebisnisonline.com/?id=incomespot
Keuntungan
Komisi Gratis.
Yang dibutuhkan untuk mendapatkan Rp. 277.777.777.750,- hanyalah daftar saja (100% GRATIS)
Setelah anda bergabung, berikut perhitungan komisi yang akan anda dapatkan secara GRATIS.
Komisi yang akan anda dapatkan ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Level Jumlah Member Member x komisi Jumlah (Rp)
Level 1 10 orang 10 x Rp. 25,- 250,-
Level 2 100 orang 100 x Rp. 25,- 2.500,-
Level 3 1000 orang 1000 x Rp. 25,- 25.000,-
Level 4 10000 orang 10000 x Rp. 25,- 250.000,-
Level 5 100000 orang 100000 x Rp. 25,- 2.500.000,-
Level 6 1000000 orang 1000000 x Rp. 25,- 25.000.000,-
Level 7 10000000 orang 10000000 x Rp. 25,- 250.000.000,-
Level 8 100000000 orang 100000000 x Rp. 25,- 2.500.000.000,-
Level 9 1000000000 orang 1000000000 x Rp. 25,- 25.000.000.000,-
Level 10 10000000000 orang 10000000000 x Rp. 25,- 250.000.000.000,-
Jumlah semua komisi secara GRATIS!!!!! 277.777.777.750,-

Anda akan mendapatkan komisi secara GRATIS!!!!! hingga kedalaman 10 Level, bahkan dari orang yang tidak anda kenal sama sekali.
Total komisi yang bisa anda dapatkan adalah Rp. 277.777.777.750,- suatu nilai yang sangat luar biasa.
Jika anda menyangkal bahwa itu hanyalah hitungan saja, ok...... mari kita berpikir agak pesimistis, jika seandainya usaha anda hanya berhasil 1% saja, maka anda masih memiliki peluang penghasilan sebesar Rp. 2.777.777.777,- dan ini masih merupakan hasil yang sangat luar biasa.

Komisi Member Premium (Khusus Member Premium)
Bagi member yang telah Upgrade dari Member Gratis menjadi Member Premium, maka selain mendapatkan komisi gratis juga ada beberapa komisi yang akan anda dapatkan.
1. Anda akan mendapatkan Komisi Sponsoran sebesar Rp. 50.000,-/downline
2. Anda akan mendapatkan Komisi Premium sebagai berikut :
- Komisi Premium Level 1 sebesar Rp. 20.000,-/downline
- Komisi Premium Level 2 sebesar Rp. 15.000,-/downline
- Komisi Premium Level 3 sebesar Rp. 15.000,-/downline
- Komisi Premium Level 4 sebesar Rp. 10.000,-/downline
- Komisi Premium Level 5 sebesar Rp. 10.000,-/downline
- Komisi Premium Level 6 sebesar Rp. 10.000,-/downline
- Komisi Premium Level 7 sebesar Rp. 5.000,-/downline
- Komisi Premium Level 8 sebesar Rp. 5.000,-/downline
- Komisi Premium Level 9 sebesar Rp. 5.000,-/downline
- Komisi Premium Level 10 sebesar Rp. 5.000,-/downline
3. Setiap ada member melakukan pasang iklan premium, pasang iklan banner, maupun perpanjangan, anda akan mendapatkan Komisi Iklan.
Perhitungan dari Komisi Iklan adalah sebesar 60% untuk member dan 40% untuk admin.
Dari total Komisi Iklan sebesar 60% dengan rincian berikut ini :
Misal ada member pasang iklan premium beaya Rp. 200.000,- maka komisi anda adalah
- Komisi Iklan Level 1 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 2 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 3 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 4 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 5 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 6 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 7 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 8 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 9 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
- Komisi Iklan Level 10 sebesar 6% x Rp. 200.000,- = Rp. 12.000,-
Untuk selengkapnya tentang Member Premium akan anda dapatkan di MEMBER AREA setelah mendaftar sebagai Member Gratis.

Sistem
Satu hal lagi untuk meningkatkan pendapatan anda serta mempermudah untuk perluasan jaringan anda, softwarebisnisonline.com menggunakan beberapa sistem secara otomatis.
Berikut ini beberapa sistem program yang ada di softwarebisnisonline.com
URL / Web Replika
Setiap member yang bergabung akan mendapatkan URL/Website Replika, untuk kepentingan promosi dan menjalankan  sistem bisnis di softwarebisnisonline.com.

Contoh URL/Website Replika tersebut adalah:
http://softwarebisnisonline.com/?id=(username)

Randomizer System
Program ini akan mengambil member aktif secara random untuk ditempatkan menjadi sponsor bila ada pengunjung dari website ini yang datang tanpa rekomendasi dari URL / Web Replika. Tetapi datang dengan mengetikkan alamat http://softwarebisnisonline.com Hal ini akan memberi kesempatan kepada semua member untuk memperoleh downline, sehingga memperoleh penghasilan dari program ini.
Fasilitas Control Panel Member
Setiap member telah disediakan Control Panel di Member Area yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti:
- Melihat perkembangan jaringan downline.
- Melihat laporan hasil komisi yang diperolehnya.
- Melakukan penarikan saldo komisi.
- Melakukan kontak kepada pengelola.
- Mengubah profile / data-data pribadi member seperti password, nama, email, alamat, bank, dll.
- Mengisi testimonials untuk ditampilkan di halaman muka.
Full Report Sytem
Setiap terjadi transaksi pendaftaran member baru dan transaksi penambahan komisi, akan ada laporan secara otomatis ke email anda maupun tertera pada keterangan transaksi yang di MEMBER AREA anda.
Lock Visitor
Setiap pengunjung melalui URL/Web Replika anda, maka pengunjung tersebut akan terkunci. Artinya meskipun pengunjung itu menutup browser dan membuka kembali dengan mengetikkan di browser alamat http://softwarebisnisonline.com saja tanpa ada (username) dibelakangnya, maka sponsornya akan tetap anda.

Jika anda sudah benar-benar memahami beberapa diatas dan memutuskan untuk bergabung, sebaiknya baca juga Persyaratan & Peraturan
google-site-verification: googleae25e4925c4b88cb.html
More aboutbisnis online gratis, rejeki berlipat ganda

Posted by wawan yawarmansyah

Tinjauan teori tentang Kit fisika  
    Mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains yang mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan alam sekitar, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menggunakan matematika. Serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri (Depdiknas, 2003).
     Sebagai salah satu cabang dari sains, maka karakteristik sains juga merupakan karakterisrik pelajaran fisika, dapat ditandai sebagai berikut:
2.1.4.1  Fisika merupakan kumpulan ilmu pengetahuan yang terdiri  dari fakta-fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori tentang gejala alam.
2.1.4.2    Fisika merupakan kegiatan keilmuan berupa pemikiran, penelitian, obsevasi dan eksperimen. Melalui observasi dapat dipahami konsep fisika secara tepat.
2.1.4.3    Fisika selalu bersifat progresif dan komulatif. Bersifat progresif maksudnya selalu berkembang maju ke arah yang lebh sempurna, bersifat komulatif maksudnya setiap penemuan selalu berdasarkan penemuan sebelumnya.
                 Berdasarkan karakteristik fisika diatas, maka fisika harus dipelajari atau dipahami melalui kegiatan empirik. Itulah sebabnya fisika merupakan ilmu yang lahir dan berkembang melalui langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis melalui eksperimen dan penemuan teori atau konsep-konsep.
Untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan di lembaga pendidikan sangatlah sukar tanpa menggunakan sebuah alat. Oleh karena itu siapapun yang menerjunkan dirinya ke dunia pendidikan perlu memperhatikan aspek ini bila ingin menjadi guru yang berhasil dan profesional. Djamarah (2005), menyatakan bahwa alat diartikan sebagai apa saja yang dapat dijadikan sebagai prantara untuk mencapai tujuan pendidikan.
Wens Tanlainm dkk (2000) dalam Djamarah (1994) mengatakan bahwa perbuatan mendidik berlangsung dengan alat pendidikan. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan faktor-faktor pendidik lainnya seperti guru, anak didik, tujuan, dan lingkungan dapat menjadi alat pendidikan bilamana digunakan dan direncanakan dalam perbuatan atau tindakan mendidik.
Kaitannya dengan alat pendidikan, kit merupakan salah satu alat pendidikan yang tergolong sebagai salah satu bentuk alat peraga dalam proses belajar mengajar fisika. Alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar fisika sangat besar peranannya bagi siswa, karena alat peraga dapat menyeragamkan pengertian dan pemahaman siswa terhadap suatu konsep fisika ataupun materi pelajaran yang disajikan guru.
Menurut Soelarko (2001) dan Awan (2003), bahwa ”alat peraga adalah tiap-tiap benda yang dapat menjelaskan suatu ide, prinsip, gejala atau hukum alam yang dapat memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat dilihat atau sukar dilihat, hingga nampak jelas dan dapat menimbulkan pengertian atau meningkatkan persepsi seseorang”. Kristanto (2003), ”dalam bahasa inggris alat peraga disebut visual aid atau alat bantu untuk penglihatan mata. Tetapi alat peraga yang baik tidak hanya merangsang mata saja, tetapi juga keempat indera yang lainnya”. Penggunaan alat peraga merupakan bagian yang terintegral dari keseluruhan situasi mengajar. Alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru sehingga penggunaan alat peraga dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Dari beberapa uraian definisi alat peraga diatas dapat ditarik pendekatan mengenai kit. Dalam Webster’s New Colligiate Dictionery dijelaskan bahwa Kit is a box, bag in wich such a kit is carried (Webster, 2001). Jadi Kit fisika merupakan sebuah kotak yang berisi seperangkat alat-alat fisika yang mudah dikemas dan dapat dibawa ke dalam kelas saat diadakan percobaan atau kegiatan mengajar fisika.
  Dengan memanfaatkan Kit yang tersedia maka siswa dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berfikir, yang nantinya dapat mengurangi terjadinya verbalisme. Ditambah lagi dengan memanfaatkan Kit sederhana yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar yang dapat menanamkan konsep-konsep fisika yang sama. Selain mengurangi terjadinya verbalisme, penggunaan Kit akan memberikan manfaat yang cukup besar kepada siswa karena siswa dapat berhadapan dengan peralatan secara lansung dan berbuat. Berikut disajikan beberapa gambar bentuk-bentuk Kit: (Awan, Dede. 2008. http://www.kabarindonesia.com).


                
Gambar 2.1. jenis Kit fisika Kit suhu dan kalor
 
More about

karya tulis ilmiah (KTI) keperawatan "hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida"

Posted by wawan yawarmansyah on Tuesday, May 10, 2011

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG MATARAM
TAHUN 2011

Proposal Karya Tulis Ilmiah ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan pada Program Pendidikan DIII Keperawatan Poltekkes Mataram
Tahun Akademik 2010/2011



Oleh :
SARI IRMAYANTI
NIM : P071201 08095


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESHATAN MATARAM
JURUSAN KEPERAWATAN MATARAM
2011


BAB I
PENDAHULUAN 
A.   Latar Belakang
 Memiliki seorang anak yang baru lahir adalah sesuatu yang sangat menakjubkan, perubahan hidup karena kehadiran buah hatipun terjadi. Prioritas pertama saat itu adalah memberikan ASI sebagai makanan bagi bayinya. Masa-masa menyusui tersebut sering kali membuat ibu mengalami pengerasan payudara hingga berakibat mastitis. Mastitis ini tidak akan terjadi bila ibu memberikan ASI-nya dengan cara yang benar.
Menyusui merupakan suatu proses yang alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui dini. Oleh karena itu ibu-ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui lebih berhasil. Banyak alasan yang dikemukakan oleh ibu-ibu yang tidak menyusui bayinya antara lain : Ibu tidak memproduksi cukup ASI, bayi tidak mau menghisap atau masalah pada puting susu. Sesungguhnya hal ini tidak disebabkan karena ibu tidak memproduksi ASI yang cukup melainkan karena ibu kurang percaya diri bahwa ASInya cukup untuk bayinya. Di samping itu cara-cara perawatan dan menyusui yang tidak baik dapat menimbulkan gangguan produksi ASI dan gangguan pada puting susu (Depkes RI, 1994).
Air Susu Ibu (ASI) tidak di ragukan lagi manfaatnya bagi bayi. ASI sumber gizi terbaik bagi bagi tumbuh kembang bayi. Di dalamnya mengandung immunoglobulin (zat kekebalan tubuh). ASI selalu tersedia, bersih, segar, aman, dan selalu bersuhu tepat untuk bayi. Manfaat psikisnya tak kalah penting bagi perkembangan emosi dan kepribadian anak. Maka dari itu, upayakan ibu untuk memberikan ASI esklusif selama 6 bulan dan ASI selama 2 tahun usia anak dengan teknik menyusui yang baik dan benar. (Dini Kasdu, 2004)
Dari hasil penelitian yang dilakukan universitas Bristol Amerika terhadap 1000 bayi premature membuktikan bahwa bayi premature yang diberikan ASI Ekslusif memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan anak yang diberi ASI rata-rata memiliki kecerdasan lebih dibandingkan anak yang tidak diberi ASI Ekslusif. (Yeni Yenriana. 2006.http://www litbang.depkes.go.id/.diakses tanggal 10 Desember 2010).
Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada tahun 2007-2008 cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia nol hingga enam bulan di Indonesia menunjukkan penurunan dari 62,2% pada tahun 2007 menjadi 56,2% pada tahun 2008. Hal tersebut terjadi karena rendahnya pengetahuan para ibu dan orang tua tentang manfaat ASI  dan cara menyusui yang benar, serta  kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan. (Suhardjo.http://hileud.com/pemberian-asi-di-indonesia-masih-rendah.html/ diakses tanggal 21 maret 2011).
Hasil penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa para ibu memberi makanan pralaktal (Susu formula dan madu) pada hari pertama atau hari kedua sebelum ASI diberikan, sedangkan yang menghindari pemberian Kolostrum 62,6%. (Husni. 2008. http://medicine.uji.ac.id/ Karya Tulis Ilmiah- KTI.html, diakses tanggal 6 januari 2011).
Informasi yang kurang tepat tentang pemberian ASI Eksklusif mengakibatkan munculnya berbagai macam persepsi. Hal itu akan lebih menambah kompleks permasalahan dalam menggalakkan ASI Eksklusif. Pengetahuan yang salah tentunya akan berdampak terhadap prilaku yang salah pula. (Soetjiningsih, 1998).
Defisit pengetahuan dapat menyebabkan orangtua dan anak frustasi dan kehilangan kepercayaan diri dan dapat memberi pengaruh negatif terhadap hubungan orangtua-anak. Orangtua dianjurkan untuk mengungkapkan pendapat dan perasaan mereka sehingga mereka dapat mendiskusikannya dan setiap informasi yang salah dapat dikoreksi. Perawat harus memberikan penjelasan tentang gambaran menyusui bayi dan berfokus pada cara memanfaatkan refleks bayi (Bobak, 2004).
 Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Mataram dari bulan Januari sampai dengan Desember 2010 tentang cakupan pemberian ASI Esklusif  terdiri dari 76,42%, Tanjung Karang 34,80%, Karang Pule 76,20%, Mataram 65,22%, Pagesangan 83,71%, Cakranegara 72,5%, Karang taliwang 87,60% dan Dasan Cermen 66,35%.
Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Tanjung Karang pada tahun 2008 bahwa ibu primigravida yang diperiksa berjumlah 416 orang. Sedangkan pada tahun 2010 jumlah ibu primigravida yang diperiksa meningkat hingga berjumlah 618 orang. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Tanjung Karang terhadap 10 orang ibu post partum, ada 6 orang yang salah dalam menyusui bayinya, mereka mengatakan tidak mengetahui tindakan menyusui yang baik dan benar.
Dari uraian diatas penulis merasa tertarik meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida di wilayah Puskesmas Tanjung Karang, Mataram.

B.   Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah “Apakah ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tindakan Menyusui Yang Baik Dan Benar Pada Ibu Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Mataram Tahun 2010?”.


C.   Tujuan
1.    Tujuan Umum
Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tindakan Menyusui Yang Baik Dan Benar Pada Ibu Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Mataram.
2.    Tujuan Khusus
a.    Mengidentifikasi karakteristik responden meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan.
b.    Mengindentifikasi pengetahuan tentang menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida.
c.    Mengidentifikasi tindakan menyusui yang baik dan bernar pada ibu primigravida.
d.    Menganalisis hubungan pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida.

D.   Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah diatas maka dapat dibuat jawaban sementara atau hipotesis penelitian sebagai berikut:
Hipotesis nol (Ho): Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida.
Hipotesis altrernativ (Ha) : Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida.

E.   Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
a.    sebagai sumber pengetahuan ilmu keperawatan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang tindakan menyusui yang baik dan benar.
b.    Dapat memberikan pengalaman yang nyata dan memperluas pengetahuan bagi peneliti.
c.    Sebagai bahan masukan dan menambaha wawasan bagi tenaga kesehatan khususnya yang berkaitan dengan hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida.

2.    Manfaat aplikatif
a.    Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi yang tepat dalam tindakan menyusui yang baik dan benar
b.    Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan di bidang keperawatan.



TULISAN INI BERSAMBUNG, UNTUK BAB II DAN III DARI KTI INI SILAHKAN KUNJUNGI BLOG INI LAIN WAKTU







More aboutkarya tulis ilmiah (KTI) keperawatan "hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan menyusui yang baik dan benar pada ibu primigravida"